Topik sebelumnyaGo downTopik selanjutnya
avatar
Jejak Pengamat Langit Akun Terverifikasi
Join : 15.01.18
http://jejaklangit.com

Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018

on 2/27/2018, 16:15
Halo, teman-teman Grup IA!  Senang

Setelah peristiwa gerhana Bulan total terjadi pada 31 Januari 2018, sudah tahukah kamu kalau akan ada gerhana Bulan total lagi tahun ini? Ya, gerhana kedua itu akan terjadi pada 28 Juli 2018.

Apa sih perbedaannya? Apakah lebih menarik?

Mari simak ya..
Nulis dulu


Gerhana Bulan total adalah peristiwa ketika Matahari-Bumi-Bulan berada segaris lurus di bidang tata surya. Karena itu, cahaya Matahari yang menyinari Bulan akan terhalang oleh Bumi. Tapi, alih-alih gelap, Bulan nantinya justru akan berwarna kemerahan karena cahaya berfrekuensi rendah dari Matahari dibiaskan oleh atmosfer Bumi.

28 Juli 2018 nanti, gerhana Bulan total yang serupa dengan yang 31 Januari 2018 akan terjadi. Bedanya, bila gerhana 31 Januari 2018 bertepatan dengan "Super Blue Blood Moon", nah gerhana 28 Juli 2018 akan bertepatan dengan peristiwa yang lebih menarik: Minimoon, oposisi Mars, dan peristiwa hujan meteor!


Minimoon
Sudah pada tahu apa itu Minimoon? Yak, dia adalah kebalikan dari Supermoon. Berbeda dengan gerhana Bulan total 31 Januari 2018 yang terjadi pada saat Bulan berada di jarak terdekatnya (perigee) dengan Bumi, atau yang disebut sebagai supermoon, untuk gerhana pada 28 Juli 2018 akan bertepatan dengan peristiwa apogee, yakni jarak terjauh Bulan dari Bumi.

Perigee dan apogee bisa terjadi pada Bulan karena ia memiliki orbit yang elips dalam mengelilingi Bumi. Sehingga pada suatu waktu, Bulan bisa berada di jarak terdekat dan di waktu yang lain berada di jarak terjauh. Dengan kata lain, gerhana Bulan total 28 Juli 2018 akan tampak lebih kecil daripada gerhana Bulan 31 Januari 2018.

Oposisi Mars
Mars beroposisi dengan partai politik mana nih? Eits, oposisi ini adalah peristiwa astronomi ya, bukan dalam politik! Hehe..  Smile

Oposisi Mars adalah peristiwa ketika Matahari-Bumi-Mars berada segaris lurus di bidang tata surya. Hal ini akan membuat jarak antara Bumi dan Mars berada di titik terdekatnya satu sama lain (sekitar 53 juta km). Dengan begitu, kenampakan Mars di langit Bumi pun akan lebih terang daripada biasanya.


Yang menarik adalah, oposisi Mars tahun 2018 ini akan terjadi bertepatan dengan peristiwa gerhana Bulan total, yakni pada 28 Juli 2018. Dengan kata lain, kita bisa melihat Bulan purnama yang digerhanai sekaligus Mars di jarak terdekat dengan Bumi. Kedua benda langit ini juga akan muncul berdampingan seperti pada ilustrasi di atas. Menarik sekali kan?

Ngamat kuy!

Hujan Meteor Delta Akuarid
Peristiwa langit lainnya yang akan terjadi berbarengan dengan gerhana Bulan total 28 Juli 2018 adalah hujan meteor Delta Akuarid. Belum pernah melihat hujan meteor sebelumnya? Inilah kesempatannya!

Walaupun sebenarnya Bulan purnama pada 28 Juli 2018 akan meredupkan kenampakan meteor-meteor redup pada hujan meteor Delta Akuarid, tetapi beberapa meteor terang diprediksi masih akan terlihat dengan intensitas 15 sampai 20 meteor per jam bila diamati dari lokasi yang gelap gulita.


Meteor-meteor ini berasal dari debris yang ditinggalkan oleh Komet 96P Machholz. Hujan meteor sendiri terjadi saat planet kita melintasi belas jalur orbit sebuah komet. Ketika sebuah komet mendekati Matahari, ia akan menghangat, lalu meninggalkan potongan-potongan dari inti komet yang pada akhirnya akan menyebar ke sepanjang orbit yang dilaluinya.

Potongan-potongan dari komet ini akan tertarik gravitasi Bumi ketika Bumi menerjangnya, membuat mereka masuk ke atmosfer lalu mengalami pemanasan sehingga bersinar dan tampaklah sebagai meteor.

~~~~~

Dari Mana Aja Bisa Diamati?
Ketiga peristiwa langit yang terjadi berbarengan ini sebenarnya bisa diamati di seluruh Indonesia, namun butuh kondisi langit yang gelap gulita. Itulah mengapa kami mengadakan tur pengamatan ketiganya ke Lombok.


Ya, kami atas nama komunitas Jejak Pengamat Langit akan mengadakan tur ke Lombok dalam rangka mengamati gerhana Bulan total 28 Juli 2018 beserta fenomena-fenomena lain di atas yang akan terjadi berbarengan.

Joget dulu

Mau ikut? Tur ini akan berlangsung selama 3 hari 2 malam pada 27 s.d. 29 Juli 2018. Tur Lombok ini juga terbuka untuk umum, di mana pendaftaran lebih awal akan memperoleh harga yang lebih terjangkau dengan detail sebagai berikut:

Pendaftaran pada Februari - April 2018:
Total harga Rp 1.800.000,- dengan ketentuan membayar uang muka Rp 500.000,- sampai 30 April 2018* dan membayar sisanya Rp 1.300.000,- pada 10 Juli 2018

Pendaftaran pada Mei - Juli 2018:
Total harga Rp 2.000.000,- dengan ketentuan membayar uang muka Rp 500.000,- dan sisanya Rp 1.500.000,- paling lambat pada 10 Juli 2018**

Harga tersebut sudah termasuk:
1. Hotel 2 malam di Puri Senggigi, Lombok
2. Transportasi selama di Lombok
3. Makan sebanyak 7 kali (3 hari)
4. Tiket masuk objek wisata di Lombok
5. Biaya sewa kapal untuk mengelilingi Lombok
6. Teleskop untuk pengamatan
7. Jodoh sesama pencinta astronomi bila beruntung

Adapun untuk list kegiatan di Lombok bisa kamu baca di sini ya.

Yeay!

Yuk Kita Ngamat Gerhana 28 Juli 2018 Bersama-sama!
Topik sebelumnyaKembali Ke AtasTopik selanjutnya