Navigation


 Blog Grup IA


 Go back to the forum

Grup InfoAstronomy   

Memotret Gerhana Bulan Total

Admin | Published 2/13/2018, 21:28

Dengan adanya dua peristiwa gerhana bulan total yang akan terjadi pada 31 Januari dan 28 Juli 2018, kamu tentunya tidak ingin melewatkan untuk mengabadikannya bukan? Di sini, kami akan memberikan kiat-kiat untuk memotretnya.

Dalam kiat-kiat berikut ini, kami menganggap kamu sudah memiliki kamera DSLR ya, sebab kiat-kiat di bawah ini bisa lebih baik dilakukan dengan kamera DSLR.

Wide Angle

Cara termudah untuk memotret gerhana adalah dengan menggunakan teknik wide angle atau sudut lebar. Setiap jenis kamera bisa menggunakan teknik ini asalkan mampu memotret dengan paparan atau eksposur berdurasi lama, minimal 5 detik atau lebih.

Jika kamera Anda bisa dipasangi cable release, hal itu akan lebih membantu untuk menghilangkan efek getaran yang bisa mengaburkan foto Anda saat Anda menekan tombol shutter. Sebagai alternatif, Anda bisa juga menggunakan self timer kamera untuk meminimalkan getaran. Anda juga perlu mematikan lampu kilat dan menggunakan tripod yang kokoh.

Ya, karena kita akan memotret gerhana Bulan dengan eksposur yang panjang, Anda harus menempelkan kamera ke tripod yang solid. Bila tidak ada tripod, Anda bisa menaruh kamera ke dinding, tiang pagar, atau batu. Pastikan saja kamera Andau aman dan tidak akan jatuh ke tanah.

Untuk SLR 35mm, lensa sudut lebar (28mm atau 35mm) direkomendasikan, namun lensa normal 50mm juga berfungsi dengan baik. Untuk DSLR, gunakan focal length di kisaran 18mm sampai 35mm. Dengan pengaturan kamera point and shoot, coba atur zoom ke sudut lebar (focal length terpendek).

Atur juga kamera ke ISO 400. Jika kamera Anda memiliki mode eksposur manual, atur lensa ke aperture terluasnya (bilangan f / nomor terkecil) dan gunakan rentang eksposur dari 5 detik sampai 40 detik (misalnya, 5, 10, 20 dan 40 detik). Eksposur lebih lama dari ini akan membuat Bulan tampak bergaris karena rotasi Bumi.


Gerhana di wide angle. Kredit foto: Eric Teske

Bulan akan muncul cukup kecil pada hasil foto sudut lebar. Dengan begitu, cara terbaik agar gambar yang dihasilkan menjadi lebih menarik adalah dengan memotret gerhana berlatar depan yang menarik pula. Latar depan tersebut bisa berupa bangunan, menara ikonik, pohon, atau bahkan perbukitan.

Anda dapat memperkirakan arah dan ketinggian Bulan dengan cara memeriksa posisi Bulan satu atau dua malam sebelum gerhana. Ingatlah bahwa Bulan akan muncul di lokasi yang sama sekitar 50 menit kemudian setiap malam.

Star Trail

Ini sebenarnya merupakan variasi lain dari teknik wide angle. Teknik star trail dilakukan dengan menggunakan eksposur yang sangat panjang, sekitar satu jam atau lebih. Hal ini memungkinkan Bulan untuk perlahan bergerak melintasi bidang pandang kamera saat Bumi berputar. Teknik star trail dapat dilakukan dengan jenis kamera dan lensa yang sama dengan yang digunakan untuk foto wide angle.

Namun untuk teknik kedua ini, tripod dan cable release hukumnya wajib, dan kamera Anda juga perlu memiliki pengaturan manual sehingga Anda dapat menggunakannya secara leluasa. Pilihlah kecepatan ISO 200 atau 400 dan aperture f/8 atau f/11.
Gerhana di star trail. Kredit foto: Fred Espenak

Saat gerhana dimulai, tempatkan Bulan di salah satu sudut jendela bidik kamera Anda. Kamera Anda harus diorientasikan sedemikian rupa sehingga nantinya gambar Bulan akan bergerak melintasi medan pandang kamera selama eksposur sepanjang 1 sampai 3 jam. Gerakan Bulan ini sebenarnya disebabkan oleh rotasi Bumi pada porosnya.

Multi Eksposur

Bila teknik wide angle adalah untuk memotret satu gerhana Bulan dan teknik star trail adalah memotret gerhana dengan eksposur beberapa jam namun gambar yang dihasilkannya agak abstrak, maka teknik multi eksposur ini adalah menggabungkan yang kedua teknik di atas tadi dengan tujuan menangkap urutan gambar individual gerhana Bulan yang menunjukkan fase-fase gerhana, seperti ini:
Gerhana di multi eksposur. Kredit foto: Jose Antonio Hervás

Dengan kamera digital, serangkaian eksposur bisa dilakukan selama gerhana berlangsung dan disimpan sebagai berkas gambar terpisah. Berkas-berkas ini kemudian nantinya bisa ditumpuk dan digabungkan menjadi satu gambar besar dengan menggunakan program pengeditan foto seperti Photoshop.

Untuk pengaturan dan orientasi kamera pada teknik multi eksposur sendiri sama saja dengan teknik star trail. Perbedaannya adalah Anda akan mengambil serangkaian eksposur pendek di berbagai tahap gerhana, dan bukan satu eksposur panjang.

Eksposur yang dihasilkan akan mengungkapkan serangkaian gambar Bulan yang kecil, dan masing-masing akan menggambarkan fase yang berbeda dari gerhana. Kunci penting keberhasilan metode ini adalah memastikan kamera dan tripod Anda benar-benar kokoh dan tidak bergerak sepanjang gerhana.

Buat eksposur pertama saat gerhana parsial dimulai dan kemudian pindahkan eksposur tambahan setiap lima sampai sepuluh menit. Konsistenlah dan gunakan interval waktu yang sama di antara setiap jepretan. Ini nantinya akan menghasilkan rangkaian gambar Bulan yang menunjukkan fase-fase gerhana.

Oh iya, karena kecerahan Bulan bervariasi selama gerhana, Anda juga perlu mengubah eksposur saat gerhana berlanjut. Anda bisa memanfaatkan tabel di bawah ini.


Telephoto

Ini adalah teknik terakhir dalam cara memotret gerhana Bulan. Untuk mendapatkan gambar Bulan yang besar, Anda perlu menggunakan lensa tele yang panjang, atau bahkan sebuah teleskop. Dalam teknik ini, semakin panjang focal length, maka semakin baik.

Dengan lensa tele 200mm, Anda akan mendapati Bulan berdiameter 1,8mm pada hasil jepretan. Ini masih tergolong kecil tapi setidaknya sudah menampilkan Bulan yang cukup jelas. Namun, bila Anda ingin hasil foto Bulan yang lebih besar memenuhi bingkai, Anda bisa menggunakan lensa tele 500mm, nantinya Bulan akan muncul dengan diameter 4,6mm.

Diagram di bawah ini menunjukkan ukuran Bulan pada enam focal length yang berbeda:


Kredit foto: Fred Espenak

Dengan lensa tele ataupun menggunakan teleskop, Anda bisa melakukan penyuntingan gambar sehingga menjadi sangat menarik seperti gambar di bagian paling atas artikel ini. Anda hanya perlu memotret fase-fase gerhana secara terpisah seperti teknik multi eksposur, lalu digabungkan dengan aplikasi pengedit foto.


Selamat memotret gerhana!
Sumber: InfoAstronomy.org

About the author